Dari Butir Jagung Hingga Bulir Telur, Kalijaga Timur Meracik Ketahanan Pangan Lewat BUMDes
Kalijaga Timur, Aikmel — Di hamparan tanah Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, sebuah ikhtiar baru sedang tumbuh. Bukan hanya jagung yang mulai menghijau, tapi juga harapan warga akan kemandirian pangan yang dikelola dari desa, oleh desa, untuk desa.
Melalui skema Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Desa Kalijaga Timur bersepakat mengalokasikan Dana Ketahanan Pangan tahun ini untuk program yang lebih terintegrasi. Adalah BUMDes Abdi Mulya yang kini menjadi motor penggeraknya, dengan memulai pengembangan pertanian komoditas jagung yang dipadukan langsung dengan peternakan ayam petelur.
Konsepnya sederhana tapi menjanjikan, jagung yang ditanam bersama warga akan menjadi sumber pakan bagi ayam petelur yang dikelola BUMDes. Sebaliknya, kotoran ayam diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan ladang jagung. Siklus ini diharapkan menekan biaya produksi, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan hasil panen maupun telur bisa dinikmati warga dengan harga terjangkau.
"Semoga program ketahanan pangan BUMDes Abdi Mulya diberikan kemudahan dan keberhasilan serta memberi manfaat untuk masyarakat," ujar Kepala Desa Hiswaton, Rabu, 22 April 2026.
Komitmen itu tidak berjalan sendiri. Sejak awal, prosesnya dikawal bersama. Pendamping Desa Kecamatan Aikmel bersama pihak Kecamatan Aikmel turun langsung melakukan monitoring, memastikan setiap tahapan mulai dari perencanaan, penanaman, hingga pengelolaan kandang berjalan sesuai rencana. Kehadiran mereka menjadi penanda bahwa program ini bukan sekadar proyek, tapi bagian dari ikhtiar kolektif membangun kedaulatan pangan di tingkat tapak.
Bagi warga Kalijaga Timur, langkah ini terasa lebih membumi. Dana ketahanan pangan tidak lagi berhenti sebagai angka di laporan, melainkan menjelma jadi bulir jagung dan butir telur yang bisa mereka pegang, olah, dan jual bersama.
Jika berhasil, model integrasi jagung dan ayam petelur ala BUMDes Abdi Mulya ini bisa jadi cerita baik yang ditiru desa-desa lain: bahwa ketahanan pangan paling kuat justru berakar dari kebersamaan warga di lahannya sendiri.

Komentar