Breaking News
Memuat berita terbaru...

Viral di Medsos, Pemudik Bus Gratis Ribut dengan Petugas di Pelabuhan Kayangan

Oleh rozikauddrat.blogspot.com Maret 16, 2026 Memuat...

 

Suasana cekcok pemudik dan petugas dishub di pelabuhan kayangan 


LOMBOK TIMUR,SK_Suasana arus mudik 1447 Hijriah di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak memanas. 


Sebuah video amatir yang beredar di media sosial milik memperlihatkan adu mulut antara pemudik pengguna bus gratis dengan petugas pelabuhan. Para pemudik itu merasa diperlakukan tidak adil dan didiskriminasi hanya karena mereka naik bus program mudik gratis.


Para penumpang menunggu selama 4 Jam, para petugas Dinas Perhubungan (Dishub) NTB menyebut biaya penyeberangan belum dibayar, dalam video yang dibagikan oleh mbojoinside.id.


Hal itu membuat kericuhan antara peserta program mudik gratis rute Mataram-Bima dengan petugas Dishub NTB di Pelabuhan Kayangan pada  Sabtu (14/3/2026) sore.


Video tersebut dilaporkan @arifrizalmuhaimin yang merupakan Ketua Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) kepada @mbojoinside, para peserta mudik gratis mengaku telah menunggu antrean selama 3 hingga 4 jam di pelabuhan tanpa kepastian keberangkatan.


"Peserta mempertanyakan keterlambatan proses penyeberangan bus mudik gratis tersebut. Dari penjelasan pihak Dishub, keterlambatan terjadi karena biaya penyeberangan bus gratis disebut belum ditransfer oleh Pemerintah Provinsi NTB sehingga pembayaran penyeberangan belum dapat diproses," katanya dalam vidio yang beredar.


Kapolsek Pelabuhan Kayangan Ipda Iman Arshyafdi Ismail membenarkan adanya insiden tersebut. Ia meluruskan bahwa kejadian ini bukanlah keributan besar seperti yang digambarkan di medsos.


"Iya tadi sempat ada cekcok, tapi itu murni miskomunikasi. Tidak ada ribut besar, situasi aman dan kondusif kok," ujarnya saat dikonfirmasi TribunLombok.com


Menurut penjelasan awal, masalah bermula ketika rombongan bus gratis ingin naik ke kapal secara bersamaan. Namun, dari pihak pelayaran hanya mengizinkan dua bus untuk masuk karena keterbatasan muatan. 


"Busnya ingin naik sama-sama, tapi kapal hanya muat dua. Jadi yang lain harus sabar antre sesuai urutan," tambahnya.


Tudingan diskriminasi pun langsung dibantah tegas oleh General Manager (GM) ASDP cabang Kayangan Lombok Timur, Erlisetya Wahyudi menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus atau diskriminatif terhadap jenis kendaraan atau program mudik gratis.


"Berdasarkan keterangan petugas di lapangan dari Dinas Perhubungan, proses pemuatan dilakukan berdasarkan urutan kedatangan kendaraan di area pelabuhan. Kami tetap mempertimbangkan kondisi kepadatan operasional saat itu. Semua pengguna jasa dilayani sesuai ketentuan, tidak pandang bulu," tegas Erlisetya.


Erlisetya menjelaskan, sebelumnya memang telah diadakan rapat koordinasi yang mengusulkan agar bus mudik gratis tiba di pelabuhan pada pagi hari. Tujuannya agar tidak bercampur dengan bus komersial sehingga antrean lebih tertata.


"Namun realisasi di lapangan, waktu tiba bus sangat bergantung pada kondisi perjalanan. Jadi ketika bus gratis tiba bersamaan dengan bus komersial, ya terpaksa harus antre bersama. Ini bukan diskriminasi, tapi manajemen antrean biasa," paparnya.


Ia memastikan bahwa tidak ada kendala dalam hal pembayaran atau administrasi. Ia justru menyoroti perlunya koordinasi yang lebih intensif antar instansi, termasuk ASDP, Dishub, dan pihak kapal, agar kejadian serupa tidak terulang.


"Koordinasi antar stakeholder itu perlu dikuatkan. Agar tidak muncul lagi gesekan di lapangan. Semua pihak sebenarnya punya niat baik untuk melayani pemudik," kata Erlisetya.


Hingga berita ini diturunkan, situasi di Pelabuhan Kayangan dilaporkan berangsur normal. Para pemudik bus gratis akhirnya bisa menyeberang setelah menunggu giliran. 


"Kami berkomitmen akan terus mengedepankan pelayanan yang adil, tertib, dan aman, terutama di masa puncak arus mudik Lebaran yang padat ini," tutupnya.

Bagikan artikel ini:

Komentar Blogger

Komentar Facebook