Dari Pringgabaya ke Panggung Internasional di Malaysia
Oleh SAT
Mei 17, 2026
Memuat...
![]() |
Khaerul Azmi saat menerima penghargaan pada acara Borneo Wound Summit 14-16 Mei 2026 di Malaysia. |
Pria yang sehari-hari mengabdikan diri di Klinik Al-Muchlisin Pringgabaya itu sukses meraih Juara 2 E-Poster Presentation pada ajang internasional Borneo Wound Summit (BWS) 2026 yang berlangsung pada 14–16 Mei 2026 di Malaysia.
Prestasi tersebut terasa istimewa karena lahir dari perjalanan panjang seorang tenaga kesehatan daerah yang terbiasa menangani pasien luka secara langsung di Lombok Timur.
Dari ruang praktik sederhana di Pringgabaya, Khaerul Azmi membawa pengalaman dan pengetahuannya hingga ke forum internasional yang diikuti dokter, perawat spesialis luka, akademisi, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara.
Dalam ajang tersebut, ia mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Noticeable Reduction of Slough and Improved Periwound Integrity with Hydrophilic Fiber and Hydrocolloid Dressings: A Case Report.”
Penelitian itu membahas keberhasilan penggunaan balutan modern hydrophilic fiber dan hydrocolloid dalam membantu proses penyembuhan luka serta menjaga kondisi kulit di sekitar luka tetap baik.
Karya tersebut mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri internasional dan mengantarkannya meraih posisi runner-up pada kategori E-Poster.
Bagi Khaerul Azmi, penghargaan itu bukan sekadar kemenangan pribadi. Ia merasa membawa nama Lombok Timur, NTB, bahkan Indonesia di panggung dunia.
“Ini adalah kebanggaan untuk Pringgabaya, Lombok Timur dan NTB. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan daerah untuk terus berinovasi dan percaya diri tampil di panggung internasional,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Khaerul Azmi yang juga tergabung dalam Indonesian Wound Care Clinician Association (InWCCA) NTB menjadi bukti bahwa tenaga kesehatan dari daerah mampu bersaing di tingkat global. Dari Pringgabaya, langkah kecil itu akhirnya sampai ke panggung internasional di Malaysia. (SAT)

Komentar